![]() |
| Papeda & Ikan Kuah |
Semenjak kecil atau bahkan pertama kali bisa makan, sagu sudah di perkenalkan kepada saya. Ketimbang memilih makanan bayi instant,orang tua saya memberi saya "Papeda Potong di dalam air". Semua anak kecil duduk melingkar sekeliling loyang dan mengambil Papeda yang sudah di potong.Setelah memasuki masa Remaja, saya makan dengan cara yang berbeda yaitu Papeda beserta kuah ikan/daging di satukan dalam satu piring lalu saya akan memakannya. Lebih enak lagi kalau di sedot/seruput, sensasi nikmatnya papeda langsung meluncur melewati tenggorokan. Setelah Dewasa atau sudah menikah, saya boleh duduk di antara orang dewasa untuk "Makan Papeda pakai Hiloy" . Papeda yang masih panas di ambil menggunakan Hiloy (sejenis garpu dari kayu) lalu dicelupkan ke kuah ikan/daging lalu di telan panas-panas. Rasa nikmat yang sejauh ini belum ada bandingannya ( Saya bahas makanan ya).
![]() |
| Papeda Panas & Hiloy |
Terkadang ikan bakar jadi pilihan dengan kuah sambal jadi lauk untuk Papeda, kalo tidak ada lauk boleh pakai sayur atau kuah Supermi.hahaha.
Sayangnya sebagian besar waktu saya habiskan di luar Papua, jarang sekali bisa makan Papeda. Istri saya sudah mempelajari cara membuat Papeda yang jauh lebih baik dari buatan saya, jadi begitu ada Sagu kami akan langsung membuat Papeda. Sayangnya pohon sagu mulai jarang saat ini karena Pembangunan Pemerintah dan Investasi dari luar Papua,lokasi yang dahulu rawa dan hutan sagu kini berganti dengan gedung megah serta perumahan mewah. Salah satu efek dari pembangunan yang tidak memperhatikan lingkungan (Ciyee kayak paham aja soal lingkungan). Intinya sagu adalah makanan pokok kami yang tidak bisa digantikan oleh beras dan jagung apalagi di ganti pohon kelapa sawit.
![]() |
| Mengolah Sagu |
Sejak dahulu keluarga kami sudah menanam, memelihara ,mengolah dan mengkonsumsi sagu. Sagu yang saat ini di nikmati anggota keluarga merupakan hasil budidaya orang tua kami, tidak lagi mengharapkan yang tumbuh di alam bebas. Mengolah sagu di turunkan dari generasi sebelumnya walaupun saat ini lebih banyak menggunakan mesin yang sudah cukup mengurangi aktivitas fisik manusia, dalam keluarga cuma saya yang belum ahli mengolah sagu jadi saya menulis saja apa yang saya ketahui :
- Menebang Pohon Sagu
- Mengupas Kulit Sagu
- Membelah ,Mengangkut dan Memarut
- Memeras Aci/Tepung Sagu
Sedikit catatan :
Dinding rumah orang sentani dahulu menggunakan pelepah sagu yg bentuknya bundar sedangkan atap rumah menggunakan anyaman daun sagu. Satu pohon sagu menciptakan sebuah rumah, memberi karbohidrat dari sagu,serat dari jamur dan protein dari ulat sagu. Terima Kasih Tuhan....



Tidak ada komentar:
Posting Komentar